Latest News

Tujuan adanya Kliwonan Di Kab Batang

Tradisi Kliwonan yang sekarang ini pada mulanya diadakan denganpertimbangan untuk mengenang para leluhur masyarakat Batang yaitu Bahureksoyang dahulu pernah bersemedi di sungai Lojahan atau Kramat. Terdapat kebiasaandi makan Sunan Sendang atau Sayid Nur pada setiap malam Jumat Kliwon banyak orang-orang datang ke sana untuk berziarah, kemudian ditiru oleh masyarakat Batang. Masyarakat Batang khususnya para orang tua sering bersemedi di sungai Kramat (Buku Kumpulan Cerita di Kabupaten Batang, tidak diterbitkan, 1984). Mengenai tradisi yang dilaksanakan di alun-alun Batang pada hari Kamis Wage yaitu berupa upacara ngalap berkah (mencari Berkah) dan juga dalamrangka penyembuhan dan kesehatan untuk anak-anak kecil dengan melakukanbeberapa ritual yaitu ritual gulingan, mandi di Masjid Agung Batang danmembuang pakaian bekas yang dipakainya sewaktu ritual gulingan dan membagibagikanuang logam serta makanan khas pasar (jajan pasar). Air yang digunakanuntuk membasuh muka atau untuk mandi dalam ritual tersebut terletak di tempatwudlu Masjid Agung sebelah selatan dan konon air tersebut berasal dari mata airyang terdapat di dekat makam Sunan Sendang yang dibawa Raden Joko Cilik ke Batang. Air itu dipercaya dapat menyembuhkan penyakit atau menghindari darisegala penyakit (Wawancara Bpk Usman, penjaga masjid 26 Juni 2006, pkl 16.30WIB) Nilai yang Terkandung dalam Tradisi Kliwonan Menurut Koentjaraningrat nilai merupakan sebuah unsur penting dalamkebudayaan. Nilai membimbing manusia untuk menentukan apakah sesuatu itu boleh dan tidak boleh dilakukan.
Tujuan adanya Kliwonan Di Kab Batang
para pedagang.Mereka berasal dari berbagai daerah, suku bangsa dan budaya. Dengan adanya pertemuan para pedagang di pasar Kliwonan mereka dapat saling kenal dankemudian saling membutuhkan. Para pedagang tersebut pada umumnya tidak merasa saling menyaingi satu dengan yang lainnya atau iri dengan hasilkeuntungan orang lain ketika berdagang di Kliwonan. Mereka beranggapan bahwa rejeki masing-masing orang sudah diatur oleh Tuhan, dan bahwa tradisi Kliwonan pasti membawa berkah bagi orang yang berjualan di Kliwonan. Memang tidakterdapat komunitas khusus atau paguyuban antar pedagang di tradisi Kliwonan.Mereka biasanya hanya datang dan pergi begitu saja ketika tradisi Kliwonan sudah selesai. Namun hal tersebut tidak menghalang-halangi bagi masyarakatpengunjung untuk tidak saling mengenal dan mengakrabi. Tindakan berpola dalam tradisi Kliwonan meliputi pelaksaan ritual mandi dan membuang pakaian,berdagang untuk memberi keuntungan dan juga untuk mendapatkan berkah,berjalan-jalan memutari alun-alun, bersodaqoh di kotak amal Masjid Agung,menonton hiburan di jalan Veteran, dan perilaku lainnya yang biasa dilakukanorang-orang layaknya di pasar dan di tengah keramaian. Tindakan berpola dikatakan sebagai nilai moralitas karena bagi masyarakat pendukung Kliwonantelah mempunyai tindakan berpola tersendiri yang menjadi simbol yang dianggappantas bagi masyarakat pendukungnya.
Tradisi Kliwonan merupakan tradisi yang berupa pasar malam atau sebuahpasar biasa yang dilakukan pada sore hari sampai malam hari. Layaknya sebuahpasar tentu saja di Kliwonan sangat ramai oleh pedagang dengan barangdagangannya serta pengunjung yang berjalan-jalan sehingga menambah keramaiantradisi Kliwonan. Keramaian di Kliwonan begitu luar biasa. Terjadi antrian yangpanjang di jalanan berpaving di laun-alun yang dikanan kirinya terdapat banyakpedagang dengan barang dagangannya. Apalagi jika tradisi Kliwonan terjadi padatepat dengan tanggal muda di mana kebanyakan masyarakat kita mendapat upahkerja pada tanggal tersebut. Seluruh ruas jalan di alun-alun selalu padat orangorang.Dan dalam keramaian tersebut situasi dan kondisi terbilang cukup aman danterkendali dengan kata lain pelaksanaam pasar malam Kliwonan berjalan denganlancar dan tertib. Hal itu menunjukkan adanya nilai ketertiban yang tanpa sadardiciptakan oleh segenap masyarakat pendukung tradisi Kliwonan. Ketertiban yangada di Kliwonan diantaranya tidak terdapat kerusuhan atau perkelahian baik di alun-alun atau pasar malam maupun di tempat panggung pertunjukan kesenian danpemutaran film. Walaupun berdesak-desakan di dalam pasar, namun masyarakatpendukung tetap saling menghormati kepentingan masing-masing dan menjagaketertiban dalam pelaksanaan tradisi Kliwonan. Ketentuan secara khusus ataupengenaan denda dari pemerintah setempat mengenai ketertiban di Kliwonan. Jadiketertiban tersebut tercipta dengan sendirinya. Pemerintah kota hanya mengurusimasalah kontrak kepemilikan stand untuk berjualan. Hal itu adalah salah satuantisipasi pemerintah setempat untuk menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksaantradisi Kliwonan
Masyarakat pendukung Kliwonan yang mempunyai nilai kepercayaan atau mitos. Mitos berkembang dari jaman dahulu di antara masyarakat pendukung tradisi Kliwonan hingga sekarang. Walaupun masyarakat pendukung modern tidak begitu memperhatikan mitos-mitos tersebut karena yang mereka lakukan diKliwonan tidak maksud tertentu yang sangat khusus mengenai mitos tersebut.Mitos-mitos yang sering disebutkan dan berkembang di antara masyarakat pendukung di Kliwonan adalah pelaksanaan ritual jika ingin mendapatkan berkah(ngalap berkah) di antaranya adalah sarana pengobatan atau penyembuhanpenyakit dan mencari jodoh. Mitos lainnya adalah jika berdagang di pasar malam Kliwonan pasti akan mendapat untung yang banyak, makan Gemblong dan Klepon akan mendapat panjang umur, adanya sanksi dari alam jika Kliwonan tidak dilaksanakan atau pindah lokasinya, dan juga ada kepercayaan bahwa diantara pengunjung yang datang di pasar malam kliwonan yang ramai dan sesaktersebut tidak semuanya adalah manusia tetapi juga dipadati oleh makhluk halus(Wawancara Bpk Basuki. 2 Juni 2006. pkl 21.00 WIB)
Gemblong: jajan yang terbuat dari ketan, Klepon: jajan yang terbuat dari tepung beras. Seperti yang diungkapkan di muka bahwa pada tradisi Kliwonan padamasa dahulu masyarakat pendukung ikut maramaikan tradisi karena khusus inginmelakukan ritual ngalap berkah. Namun pada masa sekarang ritual tersebut dilakukan oleh sebagian masyarakat pendukung saja, khususnya para ibu-ibu yang ingin mengobati anaknya.

0 Response to "Tujuan adanya Kliwonan Di Kab Batang"